Kerangka Konseptual Akuntansi

Kerangka konseptual akuntansi adalah sebagai gambaran umum dari struktur ilmu akuntansi..

Setelah Nonton "Hayya" Lalu Apa?

Film yang merupakan sekuel dari The Power of Love garapan Jastis Arimba.

Menikmati Danau Tolire di Ternate Yang Penuh Misteri

sempatkanlah singgah untuk sekedar beristirahat dan merasakan keindahan alam Danau Tolire yang sangat sejuk dengan udaranya cukup dingin.

Manusia Menurut Al Ghazali

Filsafat Islam dan tasawuf, pada umumnya, memandang manusia terdiri dari dua substansi

Time Value of Money Dalam Konsep Pengakuan Pendapatan

Islam tidak mengenal dan tidak membenarkan konsep nilai waktu uang (time value of money).

Selasa, 31 Agustus 2010

Hipotesis Fenomena Pasar Tenaga Kerja.

Ada fenomena ekonomi yang terjadi berulangkali pasca hari raya Idul Fitri yang dirayakan oleh umat muslim. Yaitu terjadi urbanisasi besar-besaran. Peralihan job kerja satu ke job lainnya. Fenomena ini tidak sekedar berpindahnya status kependudukan seseorang dalam suatu wilayah baru. Namun, lebih dari itu para urban itu tidak lain berpindah dari desa ke kota hanya untuk mendapatkan pekerjaan baru, atau juga mendapatkan pekerjaan yang sebelumnya belum pernah bekerja. Tapi pada dasarnya di pedesaan para urban sudah terkategorikan sebagai tenaga kerja. Yaitu tenaga kerja untuk diri sendiri. Dan secara ekonomi diakui sebagai bagian dari angkatan kerja dan tidak masuk angka pengangguran.
Share:

Sabtu, 28 Agustus 2010

Bagaimana Ramadhanmu Saudaraku ; Palestina

Ramadhan adalah bulan yang dinanti siapapun umat muslim yang mengaku dirinya sebagai seorang mukmin. Seruan untuk menjalankan ibadah yang lebih banyak, pada dasarnya pula dibarengi dengan ganjaran yang lebih banyak dari bulan-bulan biasanya. Tapi kini ada satu perasaan yang belum terdefinisikan pada diriku. Juga ada pertanyaan yang diikuti dengan rasa kekhawatiranku yang harus punya jawaban. Walaupun aku tak lakukan apa-apa padamu. Pada kesehatanmu. PAda kelonggaran ekonomimu. Juga pada kemerdekaan yang kau rindukan itu.
Share:

Jumat, 27 Agustus 2010

Re-Institusionalisasi Arsitektur Zakat Nasional

Munculnya wacana sentralisasi zakat secara nasional beberapa waktu lalu oleh pemerintah memberikan ruang dan memberikan kesempatan kepada masyarakat sipil untuk angkat bicara. Beragam gejolak di masyarakat sepenuhnya tidak terlalu negatif. Hanya saja berkutat soal seperti apa arsitektrunya. Itu kurang lebih. Jikapun ada penolakan adanya sentralisasi, sebab masyarakat khawatir pengelolaan zakat yang harus transparan dan akuntabel tidak bisa dipertahankan dan dijaga jika dikelola pemerintah. Mengingat track record tata kelola pemerintahan banyak problem sana sini. Korupsi. Mafia hukum. Kebijakan anggaran yang tidak efektif dan sebagainya. Hal demikian yang membawa stigma masyarakat untuk digeneralisasi pada penangan zakat nasional kelak apabila upaya sentralisasi itu nyata adanya.
Share:

Rabu, 25 Agustus 2010

BMT ; Merevitalisasi Industri Kreatif Indonesia

Tahun 2010 ini merupakan babak baru bagi perdagangan ASEAN – Cina yang diantara anggota-anggota negara akan berupaya meraih pasar bagi produk-produk domestik mereka. Hubungan multilateral ini memiliki manfaat bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara yang menandatangai perjanian ACFTA karena adanya kelonggaran fiskal antara negara yang satu dengan yang lainnya. Setidaknya ini akan punya dampak untuk menstimulus gairah perekonomian di setiap negara meskipun masih saja ada persoalan-persoalan rumah yang mesti diselesaikan untuk memaksimalkan perdagangan bebas ini.

Nah, Indonesia yang menjadi bagian dari negara-negara yang menyepakati perjanjian ACFTA punya peluang diantara dua pilihan. Peluang untuk meraup pertumbuhan ekonomi dengan memenangkan kompetisi pasar ini, atau hanya menjadi pasar, yang dengan ini kalah dalam persaingan. Gelagat pemerintah akhir tahun 2009 lalu menunjukkan ketidaksiapan Indonesia dalam kompetisi perdagangan bebas ini. Wacana-wacana moratorimum dan review perjanjian sempat muncul. Ini tentu mengecewakan. Sebab gerbang tahun 2010 sudah terbuka, sehingga pemerintah mau tidak mau, suka tidak suka, kesiapan industri dalam negeri tetap harus diikutsertakan dalam persaingan global ini.

Share:

Minggu, 22 Agustus 2010

Cina Telah "Bangun" ; Kapan ya Indonesia..??

Biarkan saja Cina tertidur. Jika ia bangun, maka akan mengguncang dunia.
(Napoleon Bonaparte)


Melihat perkembangan Cina memberikan satu fakta bahwa kini ia telah bangun. Entah karena apa ia bangun. Tapi yang dikira-kira jadi sebab ia bangun bukan karena dibangunkan. Tapi dirinyalah memang merencanakan kapan dan harus melakukan apa ketika ia bangun. Dan apa yang dikemukakan Napoleon Bonaparte 200 tahun lalu itu memang melampaui sejarahnya. Juga dirinya sendiri. Sisi-sisi potensi leading ekonomi sudah diamati Napoleon sejak dulu. Dan kini. Benarlah ia. Cina benar-benar menjadi penentu sekaligus pesaing ekonomi yang diperhitungkan. Ia jadi industri sekaligus jug ajadi pasar yang paling potensial. Jumlah penduduk terbanyak itu memberikan ruang bagi korporasi untuk merebut pasar seluas-luasnya. Keberhasilannya dalam menekan dampak krisis dan tetap bertumbuh positif meskipun dalam angka pertumbuhan yang memang tidak besar. Tapi secara kontekstual dimana negara-negara dunia sedang mengalami guncangan hebat akibat krisis global tahun 2008 lalu, Cina unjuk gigi disana. Dan saat ini Cina menempati posisi ketiga ekonomi terkuat di dunia, setelah Amerika Serikat dan Jepang. Meskipun program restrukturisasi masih perlu dilakukan di sana-sini. Namun siapapun tidak bisa memungkiri bahwa Cina banyak diprediksikan akan me-leading ekonomi dunia.
Share:

Jumat, 20 Agustus 2010

Lamunanku Tentang Pasar Tradisional

Pagi tadi aku merasa suntuk. Sebab hari-hari yang kujalani barangkali menuntutku untuk secara nyata melihat realitas kehidupan yang tidak pernah terbayangkan dan terfikirkan oleh pikirku. Mmm. Ya, karena tipe belajarku kinestetik, maka jauh lebih mudah untuk berfikir dan memperoleh ide-ide dengan menggerakkan organ-organ fisikku. Tapi kini aku lebih nyaman berfikir sembari jalan kaki. menelusuri arah yang dituju, tapi tidak menutup kemungkinan melewati jalan mana saja. yang penting ide itu harus dapat. Hhhh.

Sudah lama aku tidak berkeliling di daerah tempatku kini tinggal. Barangkali kesibukan kuliah dan kegiatan kemahasiswaan menyita waktuku. Padahal dulu aku sering melakukanya. Tapi, sebenarnya sih tidak sibuk-sibuk amat. Kalau direncanakan mungkin bisa. Malas mungkin. Ha^_^.
Share:

65 Tahun Cintamu Palestina Untuk Indonesiaku; Semoga Berbalas

Duhai Palestina,

65 tahun sudah kau mencintai kami. 65 tahun sudah kau selalu memberi semangat untuk kami. 65 tahun sudah kau ikat jiwamu dengan tali cinta ukhuwah dengan kami. 65 tahun sudah kau gemakan takbir yang terdengar lirih di telinga kami. 65 tahun sudah kau tumpah ruahkan perasaan yang tak harap balas dari kami. Dan 65 tahun sudah kau riwayatkan sejarah dan jalan panjang perjuangan ilahi yang diparadekan tidak hanya untuk dunia, tapi juga untuk kami. Ya. Untuk kami bagimu Palestina.


Duhai Palestina


Share:

Surat “Cintaku” Untukmu Saudaraku


u.p : Saudaraku yang Kucintai karena Allah

Saudaraku

Takdirku bertemu denganmu memberikan fakta bahwa Allah menyimpan serangkaian hikmah di dalamnya. Bagi siapapun yang sudah memahaminya dan meresapinya, maka beruntunglah. Sebab “sesuatu” atau hikmah itu adalah barang hilang bagiku, bagimu dan bagi kita semua. Sebagai mukmin. Jikapun kini belum lagi dipahami dan dirasakan, itu cuma soal waktu. Kelak Allah akan tampakkan ia dihadapan kita. Sejelas-jelasnya. Seterang-terangnya. Tapi, semoga saja kita tidak merugi. Rugi karena boleh jadi kita sulit mengkap segala hikmah. Yang asasinya, itu untukmu dan juga untukku. Dan boleh jadi pula kita pula yang tidak berkeinginan mencarinya. Atau berusaha memohon padaNya, karena kesulitan diri kita. Perilaku kita. Semoga saja tidak.

Share:

Kamis, 19 Agustus 2010

Tinjauan Sejarah Sistem Moneter Indonesia

Rentang masa pada tahun 1945 – 1949, dimana Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda merupakan masa teramat buruknya kondisi perekonomian yang dialami. Meskipun Belanda saat itu telah mengakui secara de jure kedaulatan Republik Indonesia, tetapi usaha-usaha mengontrol dan mengintervensi ekonomi Indonesia masih menjadi tujuan strategis mereka ketika berada di wilayah kedaulatan. Ini terbukti dari langkah-langkah mereka dalam menguasai sebagian wilayah Indonesia dan Indonesia beberapa kali mengalami pergantian penguasa dan pusat Negara (Ibukota) yang disebabkan penculikan yang dilakukan kepada penguasa saat itu (Soekarno).
Share:

Pasar Modal Syariah

Setidaknya ada beberapa alasan pentinya penerapan prinsip syariah pada pasar modal yang akan menjadi pasar modal syariah. Pertama, harta yang idle (menganggur) apabila tidak diinvestasikan pada tempat yang tepat sangat disayangkan. Karena selama ini investasi selalu bermuara pada negara-negara non-muslim atau pasar modal konvensional. Kedua, ahli-ahli fiqh dan pakar ekonomi Islam telah mampu menerbitkan berbagai surat-surat berharga yang menjadi alternatif atau pengganti surat berharga yang tidak sesuai dengan hukum-hukum Islam. Ketiga, melindungi para investor saat melakukan kegiatan investasi atau pembiayaan pada surat berharga. Keempat, memberikan peluang bagi lembaga-lembaga keuangan islam untuk mampu menerapkan ilmu fiqh dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan teknik atau cara berdagang yang sesuai syariah.
Share:

Senin, 16 Agustus 2010

Pesona Manusia Pengusung Ekonomi Islam

Perkembangan Ekonomi Islam di dunia saat ini menggambarkan secara nyata betapa islam memiliki konsep ekonomi yang jauh lebih unggul dari berbagai sistim yang ada dan telah diterapkan di belahan dunia manapun. Ketahanan bank dan lembaga keuangan islam saat krisis adalah bukti konkrit bahwa ‘sistim imunitas’ perbankan ataupun lembaga keuangan dibangun dari sistim yang memiliki nilai-nilai keadilan dan akuntabilitas. Tiga pilar utama ‘Keuangan Setan’(Satanic Finance) yang dikemukakan DR.(HC) Riawan Amin memang benar-benar direduksi dalam segala sistimnya. Sebab Ekonomi Islam punya konsep yang tidak hanya untuk kepentingan memaksimalkan pertumbuhan ekonomi, kemakmuran dan tingkat konsumsi. Tetapi, visi besarnya bermuara pada terciotanya sebuah masyarakat yang makmur secara materil dibarengi dengan kemajuan spiritual, terciptanya persaudaraan antar sesama, keharmonisan keluarga dan sosial. Keadilan ekonomi dan kesejahteraan yang dirasakan bersama. Maka, keluhuran nilai islam itu pula yang membuatnya dimanage secara jujur dan profesional karena merupakan bagian dari proses pencapaian tujuan-tujuan syariat.
Share:

Efektifkah Organisasi Dakwah Kita..?

Nampaknya kita menyadari bahwa setiap kita adalah seorang da’i. Setidaknya untuk diri kita sendiri. Setidaknya pula berperilaku baik untuk menghindari yang memungkinkan kita tidak dianggap sebagai seorang da’i oleh Allah. Karena sejatinya perbuatan atau akhlak islami itu punya efek kebaikan kepada orang lain. Sehingga siapapun merasa nyaman berada di dekat kita. Dan karena nyaman saat adanya interaksi dengan sang da’i, itu juga dakwah. Bernilai dakwah karena orang lain merasa ternasehati dengan nilai-nilai ilahiah. Maka yakinlah itu juga dakwah.Dakwah juga seharusnya tidak dipersempit maknanya dengan hanya mengindentikkan ia (dakwah) pada ceramah-ceramah, ta’lim atau khutbah. Simbol-simbol itu menjadi tidak ada gunanya ketika da’inya tidak menebar efek kebaikan ilahiah pada proses-proses itu. Ia hanya akan menjadi pidato ceremonial yang sangat rutin dilakukan oleh banyak kalangan di banyak tempat. Ya, ekstrimnya bisa dikatakan hanya public speaking semata, atau istilah yang dipersamakan dengan itu.
Share:

Kamis, 12 Agustus 2010

Rekaman Ade - Ary Fiktif ; Lakon apa lagi ini ?

Saya terheran-heran dengan berita bahwa ternyata Polri dan Kejaksaan Agung tidak punya rekaman percakapan Ary Muladi dengan Ade Rahardja (Deputi Bidang Penindakan KPK) dalam dugaan kasus suap dari Anggodo Widjojo melalui Ary. Persis petang tadi, berbuka saya ditemani dengan berita-berita yang miris itu. Waduh, gimana jadinya penegak-penagak hukum itu ternyata membohongi siapapun yang menghuni negeri ini. Termasuk pak Presiden berarti ya. Waah, gawaat tuh.
Share:

Rabu, 11 Agustus 2010

Berterimakasih Pada Pak Polisi Di Ramadhan Ini

Saya bukan anak pejabat eselon I atau II atau lainnya. Saya juga bukan anak polisi. Ha. Tapi saya cuma warga negara ini yang mencoba melihat sisi lain dari betapa banyaknya kasus yang ditangani polisi yang menimbulkan kegerahan bagi saya, Anda dan kita semua. Namun, kali ini saya pribadi mencoba mem-parsialkan itu semua. Setuju atau tidak dengan pendapat saya ini kembali ke pribadi masing-masing memandangnya.
Share:

"Backpacker" Ramadhan

Alhamdulillah ramadhan tahun ini Allah kasih kesempatan saya untuk bisa merasakan kembali kentalnya nuansa idadah. Setelah selama satu tahun penantian ini akhirnya juga merasakan hadir kembali di bukan ini. Yaa, mudah-mudahan diberi kesempatan untuk mengakhirinya secara sempurna. Amin Ya Allah. (penuh harap)


Share:

Sabtu, 07 Agustus 2010

Kembangkan UKM Depok Dengan BMT

Foto : http://depokpost.blogspot.com/
Sudah jadi pemahaman umum bahwa Baitul Maal wat Tamwil (BMT) merupakan lembaga keuangan mikro non-bank yang punya akses yang sangat mudah dijangkau oleh pengusaha mikro untuk memperoleh pembiayaan. Menurut konsepnya BMT merupakan lembaga yang mencakup dua jenis kegiatan yaitu, pertama kegiatan mengumpulkan kekayaan dari berbagai sumber dalam bentuk zakat, infaq, dan sedekah serta dana-dana lain yang penyalurannya diberikan kepada yang berhak dalam mengurangi dan mengatasi kemiskinan. Kedua, kegiatan komersil yang menumbuhkan dari sisi ekonomi. (Muhammad Ridwan)

Kemunculan BMT di Indonesia pada tahun 1992 dengan jumlah lebih dari 300 BMT. Kemudian mencatat prestasi gemilang ketika Indonesia dilanda krisis keuangan Asia pada tahun 1998. Dengan jumlah lebih kurang 2000 unit BMT tahun 2006 semakin memantapkan posisinya sebagai lembaga keuangan mikro syariah yang dikelola secara adil, jujur, dan transparan.

Share:

Puasa ; Mempertajam Kapasitas Eksekusi Narasi Organisasi Kita

Narasi, kapasitas, dan sumber daya. Begitu Anis Matta mempersyaratkan. Bagi organisasi atau komunitas yang butuh menjadi besar atau jika tidak minimal menjaga kontinuitas dan keberlangsungan dalam jangka yang sangat panjang. Agar usianya tidak ditentukan dan diakhiri oleh eksistensi individu atau figur manusianya.

Narasi adalah ide, gagasan, dan tujuan. Menjadi pertanyaan besar jika organisasi tidak punya narasi. Dapat dipastikan bahwa organisasi itu akan rapuh pada eksistensinya jika ia tak mau menentukan arah pada apa dan kapan ide itu terwujud.

Sumber daya. Ketersediaan orang, fasilitas, sistem kerja, dan uang. Merupakan pendukung mutlak yang harus ada dalam organisasi. Menjamin kenyamanan dalam kerja, menjamin efisiensi dalam gerak dan menjamin ketepatan dalam ukuran.


Share:

BankKu Nyar'i

Setiap kita sebenarnya sedang berada pada dimensi (ruang dan waktu) yang pasti tidak terlepas dari aktivitas ekonomi. Kita, disadari atau tidak, telah mengakses sektor itu (ekonomi) menjadi bagian dalam kehidupan duniawi. Dan juga, disadari atau tidak, kita telah melakukan usaha-usaha keras dalam memenuhi kebutuhan hidup melalui perantara sektor ekonomi. Maka, sangat banyak peluang untuk melakukan apapun ditengah kompetisi ketat demi “meraih uang” dengan cara-cara instan dan merugikan pihak lain. Bahkan yang telah terbukti kelemahan dan kerusakan sistimnya, tetap saja menjadi opsi bagi pelaku-pelaku ekonomi.. Ya, karena orientasi proses akses ekonomi sudah jauh dari tujuan hidup di dunia. Jauh dari nilai-nilai keluhuran dan etika moral dalam berbisnis. Hal ini sangat berbahaya, karena Allah sebenarnya menciptakan diri kita hanya untuk beribadah kepada-Nya. Bukan sekedar meraup kekayaan untuk memenuhi syahwat pribadi dan kolektif.
Share:

Jumat, 06 Agustus 2010

Kontroversi Blackberry; Indonesia Perlukah Ikut2an Blokir??

Hari ini, Jumat, 6 Agustus 2010 Arab Saudi sudah bulat akan memblokir blackberry di negaranya. Demi keamanan negara katanya. Uni Emirat arab, India dan negara-negara lain sedang mengkaji apakah benar2 perlu diblokir. Dan katanya lagi sesegera mungkin juga akan melakukan hal yang sama. Waah, …Ada apa sih..??

Blackberry sebagai smartphone punya layanan sejumlah fitur seperti surat elektronik (e-mail), penelusuran jejaring (web browsing), serta layanan roaming on messenger. Layanan roaming on messenger memungkinkan pengguna telepon seluler negara mana pun bisa mengakses operator layanan domestik saat tengah berada di negara itu. Inilah yang dikhawatirkan negara-negara tersebut. Informasi dari pengguna Balckberry, maka secara otomatis akan terkirim dan tersimpan di server perusahaan Balckberry (RIM) di Kanada. Waduh, gimana nanti soal informasi-informasi yang membahayakan namun negara dimana pengguna blackberry itu berada tidak bisa mengakses atau menyadap informasi untuk kepentingan negara..”??
Share:

Kamis, 05 Agustus 2010

Pesona Depok ; Sesaat, Ketika dan Pasca Ramadhan

Depok. Kota yang menjadi bagian dari Jawa Barat ini adalah kota tempatku tinggal kini. Di Bojongsari tepatnya. Kecamatan hasil pemekaran dari kecamatan sawangan belum lama.

Kurang lebih selama 10 tahun tinggal di depok, begitu banyak yang diperoleh dan diketahui. Dari bidang politik, sosial, budaya, ekonomi dan kemasyarakatan. Dinamika sosialnya juga sangat terlihat jelas. Ini saya perkirakan karena depok juga bagian dari kota metropolitan. Dimana beberapa pusat bisnis, pendidikan, industri juga ada di sini. Struktur masyarakat yang cenderung heterogen. Datang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Carut marut di kota depok juga sedikitnya pernah terjadi. Politik misalnya. Pemilihan Walikota Depok periode 2005-2010 punya fenomenanya sendiri kala itu. Saling menghujat. Tuduh sana sini. Dan konflik antar golongan-golongan. Di bidang pendidikan pun demikian. Pelajar yang masih bau kencur sok menampakkan jati dirinya pada pelajar lain. Tapi dengan cara-cara yang kerdil. Cara-cara yang mempertontonkan laiknya sampah masyarakat. Tawuran. HHhhh. Begitulah kota depok. Saya yakin sosial kemasyarakatannya juga demikian. Irisan antar budaya juga kadang menimbulkan ketegangan. Dan secara makro, semua lini itu menampakkan wajah kota depok. Dengan segala keunggulan dan keburukannya. Dan akhirnya, ia dinilai dan dikomparasikan dengan kota atau kabupaten lain. Baik tidaknya tentunya bisa karena hasil komparasi wilayah kota depok tetap jauh lebih baik, atau juga karena ada standar nilai yang jadi acuan.

Sesaat sebelum ramadhan ini. Ada banyak ketegangan dan kekacauan jika mau diinventarisir satu per satu. Meregangnya hubungan interpesonal, hubungan kekerabatan dan hubungan kekeluargaan. Dan yang sering menjadi banyak persoalan adalah hubungan antara warga dengan pejabat setempat. Tabir yang kini tidak lagi menghijab segala aib berkaitan kota depok, adalah buah dari perilaku kita sebagai warga depok. Akhlak individu-individu itu menyatu menjadi akhlak kolektif. Yang baik buruknya sangat ditentukan oleh dominasi akhlak diantara keduanya. Jika baik akhlak kolektifnya, maka bisa diambil kesimpulan bahwa akhlak sosial masyarakat kota depok adalah baik. Jika sebaliknya, maka sebaliknya pulalah.

Degradasi moral masyarakat, pelajar, pejabat merupakan problem utama. Tata kelola pemerintahan yang buruk. Ketidakharmonisan masyarakat. Kriminalitas yang begitu tinggi. Pelajar yang hingga kini banyak di kalangan mereka masih tak pernah belajar. Belajar tentang dirinya, kondisi lingkunganna dan bangsanya. Kepentingan politik sesaat. Yang lebih tepat politik sesat. Dan segala macam problem-problem lain. Adalah karena ada hulu yang bermasalah. Ada cacat yang akut hingga jadi borok. Akhlak. Ya, akhlak. Jika ada sedikit orang yang menunjukkan hal yang demikian, boleh jadi cuma kamuflase. Tapi mudah-mudahan tidak. Begitulah sesaat sebelum ramadahn tahun ini tiba.

Setidaknya Saya, Anda dan kita semua masih begitu yakin bahwa kota ini masih bisa jauh lebih mempesona dibanding hari kemarin. Atau, paling minimal semua problem di atas bisa diminimalisir secara maksimal. Hingga sekalipun ada kriminalitas, ketegangan sosial dan kepentingan politik semu adalah hal yang minor. Tidak mendominasi. Dan semakin hari semakin berkurang secara signifikan. Amin. Waah, indahnya. Maka, apa yang menjadi kesadaran bersama ini, sepatutnya pula menjadi agenda amal bersama. Sebab apa? Sebab, masing-masing individu di kota ini punya kontribusi menentukan citra kota kita di mata nasional Mungkin juga internasional. Nah, karena saya, Anda dan kita semua telah menyadari, maka sadari pula bahwa di depan mata telah menunggu momentum merestrukturisasi tatanan sosial kemasyarakatan kita. Momentum memperbaiki citra kita. Momentum merevitalisasi peranan warga di kota depok. Dan momentum untuk mereduksi segala bentuk kriminalitas. Dan momentum itu kini dekat. Ramadhan.

Memahami bahwa keinginan-keinginan kita terhadap kota depok yang lebih makmur juga harus disupport (dukung) dengan kapasitas kita yang sama besarnya dengan keinginan-keinginan demikian. Mau diserahkan kepada pemerintah daerah saja? Tidak. Tidak akan cukup. Dan jika pun berhasil, bisa ditelusuri, sejauhmana pemkot mengupayakannya. Dan dipastikan jangka waktu pasti lama. Ramadhan tahun ini setidaknya bisa jadi mihrab warga kota depok untuk semakin mengendalikan dirinya tentang hawa nafsunya. Penggalan aktivitasnya adalah hamparan sajadah dimana ia dengan Tuhannya begitu dekat. Dimanapun dan kapanpun. Dan saat-saat berakhirnya masa momentum itu, adalah masa dimana semua individu di kota kebanggannya ini, telah menjadi manusia yang matang, mapan dan cerdas mengelola akhlaknya. Hingga waktunya benar-benar berakhir (ramadhan), memancarlah pesona akhlak semua individu yang merepresentasikan pesona kotanya. Indah, damai, dan makmur. Dan muara dari semua optimalisasi kerja-kerja ibadah di bulan ramadhan, kita sangat yakin orang-orang di sekitar kita akan mengatakan dengan tegas bahwa Depok Peduli, Depok Berbagi, Depok Selalu Di Hati. Semoga.

Erwin Setiawan
Mahasiswa Prodi Akuntansi Syariah STEI SEBI Kampus Depok

Slide 4
"LombaBlogDepok 17 Juli – 17 September 2010"


Share:

Rabu, 04 Agustus 2010

Bagaimana Warga Depok Menghadapi Redenominasi Rupiah..??

Slide 4 (foto : Kompas, 4 Agustus 2010)
Heboh. Itu kira-kira yang terjadi sesaat Bank Indonesia setelah mendapatkan Gubernurnya lalu dengan sangat cepat mewacanakan redenominasi rupiah. Penyederhanaan sebanyak 3 digit ini banyak dikhawatirkan menyebabkan ketidakstabilan moneter. Ah, tapi bagi saya tidak terlalu. Sebagai mahasiswa ekonomi (akuntansi), asal sosialisasi dan penjelasannya komprehensif kepada seluruh masyarakat, maka sejatinya tidak terlalu bermasalah. Sebab, kebijakan ini menurut saya agak di luar kebijakan moneter yang memang seharusnya dilakukan BI. Ini soal teknis saja.

Tetapi bagi saya yang menjadi sorotan kepada Bank Indonesia, adalah pada prioritas yang harus dikerjakan BI. BI yang kini superbody, secara fungsional pada sistem perekonomian adalah bertugas menjaga kestabilan moneter, memperkuat nilai mata uang rupiah, dan pengawasan perbankan. Nah, kalau terpilihnya bapak Darmin Nasution belum lama ini, kemudian sudah mewacanakan hal yang demikian, nampaknya memang perlu masyarakat kritisi. Sebab, prioritas yang jauh lebih mendesak kini adalah, upaya memperkuat rupiahnya, bukan pada penyederhanaan sisi “akuntansi”nya saja.

Tugas BI menjaga kestabilan moneter pada dasarnya adalah memeberikan ruang kondusif bagi sektor riil untuk berkembang. Dikotomi antara keduanya sudah lama terjadi hingga kini. Nilai transaksi sektor moneter bisa dilihat data komparasinya dengan transaksi sektor riil. Padahal, pertumbuhan ekonomi bangsa ini ditumpu oleh sektor riil. Karena muara dari sistem moneter yang stabil adalah terjadinya pertumuhan di sektor riil, maka bagi saya yang jauh lebih menjadi prioritas utama Bank Indonesia kini adalah mengarah pada yang demikian. Hingga tidak lagi terjadi dikotomi antara keduanya. Namun, nampaknya jika fundamental ekonomi tidak mampu menjelaskan rasionalisasi tersebut, maka dikotomi tetap saja akan terjadi. Lihat saja kurva IS - LM. (aha..) kurva itu fiktif, tidak pernah sama sekali mencapai titik equilibrium (keseimbangan), bersinggungan saja tidak mungkin.

Bank Indonesia menjadi lebih berwibawa apabila mampu membawa sektor moneter pada kesatabilan yang sustainable dan memberikan (sekali lagi saya katakan) ruang kondusif bagi sektor rill untuk semakin ekspansif.

Saya sebagai mahasiswa ekonomi syariah secara teori mencoba memberikan tips-tips kepada warga depok dalam mendukung mata uang kita (rupiah) agar tetap kuat dan kredibel di mata internasional.

1. Rupiah setidaknya berpengaruh dalam jangka panjang oleh meningkatnya ekspor yang atraktif. Ekspor itu bermula dari adanya kemauan masyarakat dengan dukungan pemerintah untuk melakukan aktivitas perdagangan yang produktif. Artinya, semakin banyak industri kreatif, maka semakin atraktif industri dalam negeri secara agregat (makro).

2. Rupiah juga dipengaruhi oleh supply uang yang beredar di masyarakat. Maka, pastikan uang kita sedikit-sedikit dipergunakan pula untuk investasi. Atau jika menkonsumsi barang atau komoditas, pastikan selalu membeli produk dalam negeri. Ini akan memperkuat industri dalam negeri.

3. Sadari bahwa mata uang yang kini sama-sama kita pergunakan adalah fiat money. Dimana, antara nilai instrinsik dengan nilai nominal pada uang (ex : Rp. 100.000) ada gap yang sangat besar. nilai misalnya, Rp. 100.000, hanya tidak memiliki nilai instrinsiknya yang sebanding. (coba saja sobek, maka ia tidak akan ada artinya lagi). Uang tersebut di buat dengan sangat murah dan Bank Sentral meraup untung dari seignorage (selisih nominal dengan instrinsik) setiap pencetakan uang. Maka, pahami dan dukung wacana memback-up rupiah kita dengan cadangan emas yang Indonesia miliki. Maka rupiah akan menjadi stabil sebagaimana emas, dan juga tidak akan pernah melemah.

Semoga, peran-peran kecil kita akan mengguning dan akan mempercepat rupiah kita mencapai kestabilannya yang sebagaimana diharapkan. Dan kelak saya, Anda, dan kita semua warga depok bisa menjadi teladan dalam berekenomi. Karena akses kita terhadap ekonomi, begitu santun.

Waallahu alam

Erwin Setiawan

Mahasiswa Prodi Akuntansi Syariah STEI SEBI Kampus Depok

Slide 4

"LombaBlogDepok 17 Juli – 17 September 2010"

Share:

Translate

Pengikut

Arsip Blog