Kerangka Konseptual Akuntansi

Kerangka konseptual akuntansi adalah sebagai gambaran umum dari struktur ilmu akuntansi..

Setelah Nonton "Hayya" Lalu Apa?

Film yang merupakan sekuel dari The Power of Love garapan Jastis Arimba.

Menikmati Danau Tolire di Ternate Yang Penuh Misteri

sempatkanlah singgah untuk sekedar beristirahat dan merasakan keindahan alam Danau Tolire yang sangat sejuk dengan udaranya cukup dingin.

Manusia Menurut Al Ghazali

Filsafat Islam dan tasawuf, pada umumnya, memandang manusia terdiri dari dua substansi

Time Value of Money Dalam Konsep Pengakuan Pendapatan

Islam tidak mengenal dan tidak membenarkan konsep nilai waktu uang (time value of money).

Sabtu, 22 Januari 2011

Cost Advantages Pariwisata

Justify FullMenurut data perkembangan pengunjung mancanagera(Kemenbudpar, 2009) yang menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata, terdapat 6.452.259 pengunjung dengan tingkat pertumbuhan 0,36% pada tahun 2009 dibandingkan tahun 2008. Tercatat pengeluaran di lokasi-lokasi destinasi wisata sebesar 995,93 USD per kunjungan dengan besaran 129,57 USD per hari. Menghabiskan setidaknya rata-rata 8 hari untuk menetap di destinasi wisata yang menjadi pilihan para wisatawan. Dengan jumlah pengunjung sebagaimana disebutkan dan rata-rata menetap di lokasi wisata, penerimaan devisa yang diperoleh dari wisatawan mancanegara mencapai 6.302,50 juta USD (termasuk 128.529 penumpang transit internasional dengan penerimaan devisa 6.297,99 juta USD), meskipun mengalami penurunan pertumbuhan sebesar 14,57% dari tahun 2008.
Share:

Orisinalitas dan Kekontemporeran Gerakan Mahasiswa

Memasuki tahun baru 2011 sebagai tahun yang banyak memberikan harapan-harapan beserta peluang untuk dapat memperbaiki tata kelola pembangunan nasional merupakan kesempatan untuk berbagai elemen masyarakat dalam memberikan kontribusi dan karya yang akan dipahatkan di dinding sejarah Indonesia. Masyarakat sipil sangat memungkinkan meningkatkan “partisipasi politiknya” dalam menentukan arah strategis pembangunan dengan tetap konsisten menyuarakan aspirasi-aspirasinya dalam ruang-ruang mediasi dan audiensi. Khususnya mem”pressure” wakil rakyat untuk secara efektif merepresentasikan suara rakyatnya. Bagi birokrat, tetap menjaga profesionalisme dengan menghindari “mengemis-ngemis” proyek yang dimaksudkan memperoleh keuntungan semu, adalah bagian dari kontribusi dalam mengurangi gerusan citra birokrat yang korup dan mudah disuap. Yang pada akhirnya memperbaiki citra pemerintahan yang bersih. Begitupun dengan elemen bangsa yang lainnya, yang berperilaku sesuai dengan kapasitas dan tugasnya.
Share:

Sepertinya Kita Lupa

Ya. Kira-kira begitulah kita kini. Saat ini masalah yang hadir dihadapan kita dengan segala kerumitannya, telah merampas sejenak ketenangan. Memaksa diri menghela nafas sesaat. Beberapa saat berpangku tangan bersama sebab-sebab munculnya kemalasan. Dengan terpaksa berfikir keras. Terpaksa kerutkan dahi. Yang semua itu sebagai isyarat bahwa masalah telah kita terima meski tidak kita harapkan. Begitulah.

Pernahkah kita berhenti sejenak untuk sedikit berfikir jernih. Mengatur nafas yang tersengal-sengal karena kelelahan berkutat dengan masalah?

Share:

Senin, 10 Januari 2011

Seperti Apa Wajahmu Ekonom Rabbani ?

Malam ini benar-benar adalah waktu yang menyesakkan. Menyita pikiran yang seharusnya bisa lebih produktif dan menghasilkan banyak karya. Menghelas nafas panjang-panjang sembari merebahkan badan sebagai isyarat bahwa ada sesuatu hal yang memang bukan hal kecil apalagi remeh temeh. Didefinisikan sebagai persoalan besarpun tidak terlalu tepat. Namun dalam sudut pandang yang lebih besar dan bersifat jangka panjang, maka persoalan ini akan membawa pada persoalan-persoalan turunan. Mengakumulasi persoalan-persoalan kecil menjadi gundukkan masalah. Persoalan besar pula pada akhirnya.

Entah orang-orang itu menyadari atau tidak. Entah saudara-saudara itu menyadari atau tidak. Dan entah mereka menyadari atau tidak. Bahwa di dalam tuntutan karakter sang punggawa islam kini dan di sini, nampak cacat. Kalau tidak mau dianggap borok. Bahwa karakter pejuang-pejuang yang mengatasnamakan dakwah ilallah dan pewaris risalah tidak sama sekali mencerminkan kemuliaan pesona risalah yang dibawanya. Retorika-retorika islami sebatas berhenti di dalam mulut. Tidak turun ke hati. Apalagi jadi mewujud di bumi, menjadi amal, dan karya fenomenal.

Rabb. Bisakah malam ini kumengeluh sejenak. Tentang syurga ilmuMu yang Engkau limpahkan pada sekelilingku bersama hadirnya saudara-saudaraku. Tentang rumah impian para pujangga cita yang telah menggariskan dan menebalkan setebal-tebalnya ukiran cita mulia di hatinya juga di untaian-untaian doanya. Juga tentang ummat ini yang belum lagi menemukan orang-orang yang mau peduli dengan kemaslahatan diri mereka. Dan juga tentang para manusia harapan berwajah bersih karena bersih hati yang jadi penyebabnya, yang diharapkan para pendahulu mereka. Bahwa kini harapan dan optimisme itu kini seolah usai karena dicabik kesia-siaan. Tercabik kemaksiatan. Dan terinjak kesombongan.

to be continued..

Share:

Translate

Pengikut