Kerangka Konseptual Akuntansi

Kerangka konseptual akuntansi adalah sebagai gambaran umum dari struktur ilmu akuntansi..

Setelah Nonton "Hayya" Lalu Apa?

Film yang merupakan sekuel dari The Power of Love garapan Jastis Arimba.

Menikmati Danau Tolire di Ternate Yang Penuh Misteri

sempatkanlah singgah untuk sekedar beristirahat dan merasakan keindahan alam Danau Tolire yang sangat sejuk dengan udaranya cukup dingin.

Manusia Menurut Al Ghazali

Filsafat Islam dan tasawuf, pada umumnya, memandang manusia terdiri dari dua substansi

Time Value of Money Dalam Konsep Pengakuan Pendapatan

Islam tidak mengenal dan tidak membenarkan konsep nilai waktu uang (time value of money).

Kamis, 24 Maret 2011

Pasar Tradisional; Berselancar Diantara Gelombang Liberalisasi Pasar Formal Modern (seri I)

Dimanapun kita tinggal saat ini. Terutama bertempat tinggal atau berdomisili di Pulau Jawa, dan wilayah Jabodetabek khususnya, kehadiran pasar modern (hypermarket, supermarket, minimarket) sedikitnya memberikan alternatif berbelanja yang lebih aman, nyaman, dan terjamin kebersihannya. Berada dalam pelayanan yang memuaskan, dan dalam kaitannya dengan harga produk atau barang dijamin miring (murah). Sebab pasar modern memasok barang dari produsen secara langsung, walaupun beberapa melalui agen / supplier. Sampai tahun 2005 saja keberadaan pasar modern telah mencapai angka yang secara jangkauan pasar (market share) kurang lebih 38,5%(Business Intelligent Report) dari total kue pasar di Indonesia. Sebagian besar pemain ritel pasar modern berskala besar berasal dari negara-negara maju diantaranya Amerika Serikat, Perancis, Belanda, Belgia dan negara-negara eropa lainnya.
Share:

Jumat, 18 Maret 2011

Tangisan dan Air Mata Kita

Diantara labuhan jiwa yang sering menjadikannya tenang ialah curahan emosional bercampur keluhan secara kimiawi. Banyak cara memang. Dan relative menyesuaikan dengan kecenderungan pribadi. Tapi pada fitrah dasar manusiawi yang merupakan Karunia Allah SWT adalah pada nuansa ketidakberdayaan yang menggambarkan keberadaan manusia itu sendiri yang sejatinya lemah dan mudah berputus asa. Oleh sebab manusia diciptakan dengan segala kelemahannya itulah ia akan melabuhkan pada sesuatu yang menurutnya mampu menjadi pelabuhan jiwa yang tentunya dianggap memiliki daya tampung memadai untuk mencurahkan dengan harapan ketidakberdayaan berubah jadi keberdayaan. Kelemahan menjadi kekuatan. Kekerdilan menjadi kemuliaan. Dan nuansa ini akan selalu dan tetap ada pada setiap jiwa, sering atau berkala intensitasnya. Hingga pada akhirnya ia menyebabkan gejala fisik bernama tangisan. Seringnya begitu. Maka, air mata adalah tumpahan curahan jiwa sebagai hasil dari gejala fisik. Apapun yang melatarinya.
Share:

Translate

Pengikut