Kamis, 01 Agustus 2013

PERHATIKAN ! Body Posture Ashton Saat ke Mesir

Saya agak tertarik dengan apa yang juga diperhatikan dari dokumentasi-dokumentasi foto @kaisar_el_rama  saat Catherine Ashton (Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa) saat berkunjung ke Mesir kemarin pasca puncak konflik yang di sebabkan oleh kudeta militer Mesir terhadap Presiden sah Mesir Muhammad Mursi. 

Setidaknya, dalam bidang ilmu psikologi, postur tubuh merupakan salah satu refleksi dari sikap dan perasaan seseorang. Terutama pada saat seseorang sedang melakukan dialog-dialog dengan lawan bicaranya. Body Posture atau Postur Tubuh merupakan salah satu bentuk komunikasi kinesik. Body Posture adalah sikap tubuh atau bagian tubuh yang terjadi dalam durasi cukup lama (lebih dari 2 detik), sehingga mewakili ekspresi sikap, perasaan, dan mood orang yang bersangkutan. 

Mari Perhatikan dokumentasi-dokumentasi berikut :


Ashton Saat bertemu dengan "Presiden Pasca Kudeta" Adly Mansour
(Posisi duduk dengan menyilangkan kaki) 




Ashton saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Mesir Jend. As Sisi
(Posisi Duduk Ashton dengan menyilangkan kaki)



Ashton saat bertemu dengan El Baradei, Perdana Menteri Pasca Kudeta Militer
(Posisi duduk Ashton menyilangkan kaki dan menyilangkan kedua tangannya)

Apa makna-makna di balik foto-foto tersebut yang menggambarkan posisi duduk Ashton saat bertemu dengan aktor-aktor kudeta militer di Mesir itu? 

Berdasarkan studi eksperimental yang dilakukan oleh James pada tahun 1932 (Givens, 2000), teridentifikasi bahwa postur menyilangkan kaki menunjukkan sikap negatif dan defensif. Namun tentu saja gerakan menyilangkan tangan lebih menunjukkan sikap defensif dibandingkan gerakan menyilangkan kaki. 

Posisi menyilangkan satu kaki di atas kaki yang lain secara rapi termasuk posisi menyilangkan kaki standar. Hal ini menunjukkan sikap pendiam, defensif dan gugup. Apabila gerakn ini diikuti dengan menyilangkan tangan, hal tersebut menunjukkan bahwa orang tersebut menarik diri dari pembicaraan. Menurut James, wanita pada umumnya menunjukkan rasa tersinggung mereka pada suami atau kekasih dengan melakukan gerakan ini. 

Ini hanya sebuah interpretasi berdasarkan dokumentasi-dokumentasi saat Ashton mengunjungi Mesir dan bertemu para aktor-aktor kudeta. Bahwa secara secara kasat apakah Ashton lebih dominan dibandingkan mereka? atau memang ia memang benar-benar menutup diri dari ide-ide mereka? silahkan menginterpretasikannya kembali. Meskipun demikian kita semua tidak tahu secara persis apa misi kedatangan Ashton yang sesungguhnya. Semoga saja mampu memulihkan kembali legitimasi Presiden sah Mesir yang terpilih secara demokratis pertama kali, Muhammad Mursi. Salah satu yang menunjukkan ketidaknyamanan Ashton saat berkunjung ke Mesir kemarin adalah tayangan konferensi pers berikut, dimana pihak Istana melakukan kesalahan translasi pernyataan Ashton secara sengaja, hingga ia meninggalkan konpres bahkan sebelum berakhirnya konpres bersama El Baradei.




Setelah itu mari bandingkan saat Ashton menemui Presiden Mursi dan tokoh demokrasi pro legitimasi berikut yang juga merupakan dokumentasi pada kunjungan sebelumnya. 






Ashton saat bertemu Presiden Mursi (dokumentasi)
(Badan sedikit condong ke depan, dan tidak menyilangkan kaki)

Lagi, apa yang telah dilakukan eksperimen oleh James pada tahun 1932, dan menjadi rujukan ilmu psikologi dalam mengamati postur-postur tubuh seseorang, bahwa posisi tersebut disebut dengan Forward Lean, yakni sikap yang menunjukkan makna penuh perhatian, terbuka terhadap ide-ide dan membuka diri dalam menerima gagasan.

Entah, saya pikir, Ashton jauh lebih nyaman saat bertemu dengan Presiden Muhammad Mursi ketimbang mereka para pengkhianat negara Mesir.

Sumber foto & Video : @kaisar_el_rama
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Translate

Pengikut