Kerangka Konseptual Akuntansi

Kerangka konseptual akuntansi adalah sebagai gambaran umum dari struktur ilmu akuntansi..

Setelah Nonton "Hayya" Lalu Apa?

Film yang merupakan sekuel dari The Power of Love garapan Jastis Arimba.

Menikmati Danau Tolire di Ternate Yang Penuh Misteri

sempatkanlah singgah untuk sekedar beristirahat dan merasakan keindahan alam Danau Tolire yang sangat sejuk dengan udaranya cukup dingin.

Manusia Menurut Al Ghazali

Filsafat Islam dan tasawuf, pada umumnya, memandang manusia terdiri dari dua substansi

Time Value of Money Dalam Konsep Pengakuan Pendapatan

Islam tidak mengenal dan tidak membenarkan konsep nilai waktu uang (time value of money).

Minggu, 13 Oktober 2013

Ketuban Pecah Dini Tak Harus Berakhir Operasi Caesar

8 Oktober 2013, Buah hatiku menentukan sendiri waktu yang tepat untuk ia lahir ke dunia, dengan caranya sendiri…

Menjelang tanggal Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang ditentukan oleh Dokter Kandungan yaitu tanggal 1 Oktober, hatiku semakin berdebar-debar. Karena meski sudah hampir 2 minggu mengalami kontraksi palsu, belum ada juga tanda-tanda akan melahirkan. Berbagai induksi alami aku lakukan untuk merangsang kontraksi, mulai dari memperbanyak jalan kaki, ngepel jongkok, dll. Hingga hari Selasa tanggal 7 Oktober yang tidak dapat kulupakan.

Aktivitas hari itu kuawali seperti biasa dengan berjalan kaki berdua dengan suami ke depan perumahan, sambil berbelaja sayur, kemudian membersihkan rumah dan memasak. Masih sempat juga aku packing 3 paket pesanan kancing bungkus untuk dikirim hari itu. Ba’da dzuhur, aku membuku-buka lagi dokumen yang kukumpulkan dari Grup Gentle Birth untuk menambah kesiapanku dalam menjalani proses persalinan. Sedikit kujelaskan tentang Gentle Birth:

Gentle Birth, atau yang artinya secara bahasa adalah melahirkan dengan lembut adalah metode melahirkan ‘primitif’ yang saat ini kembali ngetrend. Metode yang memperhatikan semua aspek tubuh manusia secara holistik (gentle birth), mengandalkan potensi tubuh wanita sebagai kekuatan utama untuk dapat melahirkan dengan alami, dengan minim intervensi medis yang tidak perlu dan minim trauma. Grup Gentle Birth yang kuikuti di facebook digagas oleh para Bidan dengan spesialisasi Hypnobirthing seperti Bidan Yesie Aprilia, Dyah Pratitasari, dll.

Aku membekali diri dengan berbagai pengetahuan yang kudapatkan di grup ini, seputar melahirkan secara alami dengan nyaman dan lembut. Dengan membaca artikel-artikel, melakukan afirmasi positif, yoga hamil, dan senam hamil secara rutin. Semuanya kulakukan dengan melibatkan suamiku. Meski beliau tidak sempat membaca langsung artikel di Grup, tapi aku selalu sharing tentang ilmu-ilmu baru yang kudapatkan. Beliau juga selalu menemaniku berjalan kaki setiap pagi, saat senam hamil, yoga hamil, renang, dan segala aktivitas pemberdayaan diri lainnya menjelang persalinan.

Hari itu, suamiku pulang cepat dari kantornya, dan kita berencana jalan kaki dengan jarak yang cukup jauh untuk merangsang datangnya kontraksi, maka sehabis ashar aku dan suami berangkat menuju Perumahan Telaga Golf. Sekitar 60 menit kami berjalan kaki cepat dan latihan penafasan, kemudian kembali ke rumah. Di rumah, tubuhku yang sangat lelah karena berjalan kaki jauh langsung tertidur.. Pukul 20.00, aku terbangun dan merasakan ada banyak air keluar dari vagina dan membasahi tempat tidur. Aku masih kebingungan karena setengah ngantuk lalu memanggil suami, suamiku langsung menghampiri dan mengatakan bahwa ketubanku pecah, selanjutnya kuseka air yang masih mengalir dan kulihat banyak darah yang juga ikut mengalir. Kami langsung mengambil koper yang sudah dipersiapkan, bersiap-siap pergi ke bidan. Tak lupa kutelepon Mama di Bandung untuk memohon do’a kelancaran.. sampai di klinik bu bidan, aku langsung diminta berbaring dan diobservasi. Ternyata memang aku mengalami Ketuban Pecah Dini (KPD). Bu Bidan memintaku tetap tenang sambil mengobservasi detak jantung bayi, jumlah ketuban yang keluar, dan pembukaan yang berlangsung. Karena pembukaan masih 1 dan tidak juga bertambah, Bu Bidan memberikan induksi melalui infus. Saat itu aku benar-benar sudah tawakal apapun proses persalinan yang akan kuhadapi, entah normal alami, normal dengan bantuan induksi maupun section caesaria (sc). Aku hanya berfikir agar dapat segera melahirkan anakku dengan selamat. Aku diberi waktu 4 jam, yaitu hingga pukul 24.00 untuk melihat reaksi dari induksi yang disuntikkan, selama itu suamiku tetap setia di sampingku menenangkan. Dan memberi semangat agar terus berfikir positif. Kuminta juga beliau membuka file Penanganan Ketuban Pecah Dini dari kumpulan artikel Gentle Birth yang kusimpan di laptop.

“Jika Anda mengalami ketuban pecah dini di rumah (hanya terjadi pada 1 dari 10 wanita), mintalah dokter Anda untuk memberikan Anda waktu untuk memasuki persalinan Anda, asalkan Anda tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi (kebanyakan wanita akan mulai persalinannya sendiri dalam 48 jam). Jangan khawatir, Anda sudah kebal terhadap sebagian besar kuman di rumah Anda sendiri. Untuk mencegah infeksi, JANGAN memasukkan APA SAJA ke dalam vagina (termasuk tampon atau jari Anda), dan ikuti petunjuk dokter Anda. Banyak minum air putih, atau air isotonic supaya tubuh Anda tetap memproduksi air ketuban. Banyak rumah sakit yang mengharuskan bayi akan dilahirkan dalam waktu 24 jam setelah pecahnya air ketuban, karena takut infeksi (kadang-kadang disebut dengan "SC karena Jam"). Jika Anda tidak ingin diposisikan pada pembatasan waktu, diskusikan dengan dokter Anda SEBELUM Anda mendekati tanggal HPL Anda. Beralih provider jika perlu, untuk menemukan satu yang akan menghargai keinginan Anda.”

“Jika Anda sudah mengalami ketuban pecah dini, tetaplah berhubungan dengan dokter yang merawat Anda. Dan tetap lakukan relaksasi dan bedrest. Tak perlu panic yang penting Anda minum air putih yang banyak untuk rehidrasi. Ketika Anda panic justru akan berakibat buruk pada proses persalinan Anda. Menurut penelitian pada kasus ketuban pecah dini persalinan sebenarnya akan segera di mualai setelah 48 jam. Namun biasanya pihak RS hanya punya tenggang waktu 24 jam itupun dengan pemanjauan kesejahteraan janin yang intens. Untuk itu konsultasikan semuanya kepada bidan dan dokter Anda. Fight atau Flight - Respon hormonal yang mana tubuh akan memompa adrenalin ketika Anda takut, cemas dan khawatir. Selama ini ketika adrenalin meningkat, tubuh Anda akan memompa lebih banyak darah ke organ utama Anda dan hal terjadi ketika Anda mengalami cedera. Sayangnya, rahim anda bukan salah satu organ utama, sehingga respon Fight atau Flight justru dapat menunda atau bahkan menghentikan persalinan Anda sepenuhnya”.

 Pukul 24.00, tetap tidak ada reaksi dari induksi yang disuntikkan, Bu Bidan memasukkan obat pelunak rahim, tetapi tetap pembukaan tidak bertambah, masih pembukaan 1 juga. Akhirnya beliau menyarankan untuk segera dibawa ke Rumah Sakit, aku harus segera operasi Caesar, sebelum ketubanku habis dan kondisi bayi semakin lemah. Akhirnya setelah musyawarah, kami sepakat untuk dirujuk ke RSIA Buah Hati Jombang.

Cemas tentunya, ini pengalaman pertama aku masuk RS, untuk Operasi pula. Di taksi, aku tidak putus berdo’a memohon pertolongan Allah. Aku percaya, bila kuasa manusia tak mampu, maka tak ada yang tidak mungkin bagi Allah.. Ia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Aku takkan berputus asa akan rahmat dan pertolonganNya, meski berada di detik-detik terakhir..

Qadarullah, di taksi aku merasakan gelombang cinta itu datang! Rasa mulas yang sangat datang teratur..  Aku berharap ini adalah tanda-tanda pembukaan. Tiba di Rumah Sakit, mama sudah tiba dari Bandung, beliau ternyata langsung berangkat dari Bandung menggunakan travel setelah kukabari. Aku langsung dibawa dengan kursi roda ke ruang persiapan operasi. Di dalam ruangan, aku mencoba bertanya kepada perawat yang menanganiku apa masih bisa aku melahirkan dengan normal? Aku  minta tolong dicek kembali apakah sudah bertambah pembukaan mulut rahimku, apakah detak jantung anakku masih bagus, apakah jumlah ketubanku masih memungkinkan untuk dapat melahirkan normal. Akhirnya perawat tersebut menuruti permintaanku. Setelah diobservasi, ternyata pembukaan sudah bertambah menjadi 3 dan detak jantung anakku masih bagus. Aku pun dibawa di ruang tindakan untuk bersiap menjalani persalinan normal, jika dalam 4 jam ke depan pembukaan mengalami penambahan dan kondisi anakku masih baik. Bismillah..

Di ruangan aku hanya didampingi suamiku, ia terus menenangkanku dengan mengajak bercanda, diskusi, dan sama-sama berdo’a. Jika kontraksi datang, suamiku membimbingku untuk menarik nafas dalam sambil tersenyum. Nafas dalam sangat membantu untuk mengurangi rasa sakit kontraksi. Kami mencatat waktu kontraksi, yaitu selama 1,5 menit dengan interval 5 menit sekali. Beberapa jam kemudian diperiksa kembali, baru pembukaan 4. Semakin lama kontraksi yang kurasakan semakin hebat. Dokter memintaku untuk hanya tidur dengan miring ke kiri untuk mempercepat kontraksi dan penurunan kepala bayi. Berjam-jam tidur dengan posisi miring yang sama sambil menahan kontraksi hebat membuat pinggangku pegal, aku juga dilarang pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil untuk menghindari semakin banyak ketuban yang keluar. BAK terpaksa kulakukan di tempat tidur. Semakin lama, aku semakin tidak tahan dengan kontraksi yang kurasakan. Lama kontraksi semakin panjang dan intervalnya semakin pendek, rasa ingin mengejan yang tak tertahankan, ditambah aku kelelahan dan masuk angin sehingga muntah mengeluarkan cairan lambungku. Semakin lemas rasanya. Aku minta suamiku mengusap-usap punggungku, dan aku memeluk mama minta beliau meyakinkanku bahwa aku bisa melahirkan dengan normal. Mama terus mengusap-usap perutku sambil membacakan do’a dan memelukku. Dokter melarangku untuk mengejan, sedangkan rasa ingin mengejan benar-benar tak tertahankan. Aku hanya bisa menarik nafas dalam, lalu mengeluarkan nafas ‘Hah’ untuk mengurangi rasa ingin mengejan. Dokter kemudian memeriksa kembali, ternyata sudah pembukaan 8. Suamiku yang pamit untuk shalat subuh, digantikan mama menungguiku. Aku sudah pasrah, rasanya ingin menyerah karena tidak tahan sakitnya kontraksi, tapi aku mencoba berfikir positif. Allah sudah memberiku kesempatan untuk melahirkan normal, mengapa aku menyerah. Anakku juga berjuang untuk bertahan di tengan ketuban yang minim dan terus mendorong kepalanya memasuki jalan lahir, suami dan mama terus menyemangatiku. Aku harus bertahan.

Ketika suamiku kembali ke ruangan dari shalat subuh, dokter juga datang dengan membawa alat-alat untuk bersiap membantu proses persalinan. Aku diposisikan untuk melahirkan, dan diberi intruksi untuk mengejan. Mengejan yang benar ketika kontraksi datang, dengan tidak bersuara. Karena aku melahirkan dengan posisi berbaring, maka aku harus mengejan dengan kepala melihat perutku. Mengejan panjang, ketika tidak kuat maka segera ambil nafas dan menyambung mengejan kembali. Setelah 5 kali mengejan dan mendapat episiotomy (guntingan pada jalan lahir), buah hatiku lahir dengan selamat, dengan BB 3,7kg dan TB 50 cm. Ia terlilit tali pusat longgar 1 lilitan. Setelah dibersihkan, ia langsung diletakkan di dadaku untuk Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sambil dijahit pada robekan di perineumku.

Allahu Akbar.. aku seperti bermimpi dapat melahirkan dengan normal, aku seperti bermimpi memeluk bayi mungil yang menangis di dadaku..

Saat tulisan ini kutulis, anakku berusia 6 hari. Alhamdulillah tumbuh sehat.. Dan aku sedang melanjutkan perjuangan untuk dapat memberikan ASI ekslusif pada anakku tanpa tambahan apapun sampai usianya 6 bulan. aku menuliskan pengalaman ini untuk memotivasi para calon ibu muda untuk terus memberdayakan diri dengan berbagai pengetahuan dan latihan agar dapat melahirkan dengan normal dan alami. Selain persiapan fisik, kita juga harus mempersiapkan bathin, karena seringkali kejutan demi kejutan terjadi pada saat proses persalinan dan kejutan tersebut terkadang tidak dapat Anda hindari, contohnya jika tiba-tiba selaput ketuban kita pecah dan kita mengalami Ketuban Pecah Dini, atau kejutan yang kita alami saat tiba-tiba kita merasa ingin mengejan padahal belum pembukaan lengkap. Pikiran awal atau beginner mind membuat kita lebih siap menghadapi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi dalam persalinan nanti, dimana dalam pikiran ini kita dapat menyadari harapan dan harapan kita akan proses persalinan tanpa harus terpaku kaku dengan harapan-harapan tersebut, apalagi terobsesi. Dalam arti bahwa ketika kita sudah mempersiapkan segalanya dengan sebaik-baiknya maka saat persalinan adalah waktunya untuk pasrah, ikhlas dan tenang.

Semangat mempersiapkan kehadiran sang buah hati dengan sebaik-baiknya.. Hamil dan melahirkan adalah anugerah tak terkira bagi seorang wanita, maka janganlah kita menyia-nyiakannya. Tunjukkan rasa syukur kita dengan menjalani setiap proses semaksimal mungkin. Semoga menginspirasi 

by : Intan Puspita Sari

Berikut aku posting foto-foto buah hatiku, yang menjadi penyejuk mataku dan suamiku.












Share:

Jumat, 04 Oktober 2013

Raghib As Sirjani : Thariq bin Ziyad Tidak Bakar Perahu

Sejauh manakah kebenaran peristiwa yang menyebutkan bahwa Thariq bin Ziyad membakar semua perhau yang ia gunakan untuk menyeberangi lautan, dengan tujuan memberikan semangat kepada pasukannya untuk berperang. Sembari mengatakan, “Lautan di belakang kalian dan musuh di depan kalian, maka kalian tidak akan mungkin selamat kecuali dengan pedang-pedang kalian.”

Pada kenyataannya, ada ahli sejarah yang membenarkan kisah ini, namun ada pula yang tidak membenarkan kisah tersebut. Dan penulis berada di pihak para ahli sejarah yang menganggap kisah ini sebagai salah satu kisah yang batil, disebabkan beberapa faktor :

1.      Kisah ini sama sekali tidak mempunyai sanad yang shahih dalam sejarah islam. Ilmu Ar Rijal dan ilmu Al Jarh wa at Ta’dil yang menjadi kesitimewaan kaum muslimin dari kalangan lainnya menuntun kita kepada riwayat yang shahih, yang harus dipastikan melalui jalur orang-orang yang dapat dipercaya. Dan, riwayat ini tidak hanya terdapat dalam riwayat-riwayat kaum muslimin yang terpercaya sejarahnya, namun juga dating dari sumber-sumber dan riwayat sejarah eropa yang menuliskan tentang peristiwa Lembah Barbate.

2.      Bahwa jika saja pembakaran perahu yang dilakukan oleh Thariq bin Ziyad itu benar-benar terjadi, maka pasti akan menimbulkan reaksi dari pihak Musa bin Nushair atau Al Walid bin Abdul Malik, yang setidaknya mempertanyakan tentang kejadian itu, atau setidaknya ada riwayat yang menyebutkan adanya dialog antara Musa bin Nushair dan Thariq bin Ziyad seputar kejadian tersebut. Atau, setidaknya ada komentar dari para ulama kaum muslimin seputar boleh tidaknya tindakan tersebut. Namun semua sumber sejarah yang menyebutkan kisah ini dan yang lainnya sama sekali tidak menyebutkan hal-hal tersebut. Hal ini memberikan keraguan yang besar terhadap terjadinya peristiwa pembakaran ini.

3.  Bahwa sumber-seumber Eropa telah mempopulerkan hal ini, karena mereka tidak mampu menjelaskan atau meberikan penafsiran tentang bagaimana 12.000 orang prajurit kaum muslimin yang berjalan kaki dapat mengalahkan 100.000 pasukan berkuda dari pihak Ghotic Kristen di negeri mereka sendiri, dan di wilayah yang mereka sendiri telah mengenalinya dengan sangat baik. Maka dalam upaya mereka mencari penjelasan yang memuaskan tentang kemenangan yang aneh itu, mereka pun mengatakan, “ Thariq bin Ziyad telah membakar perahu-perahunya untuk memberikan tentang kemenangan satu dari dua pilihan kepada kaum muslimin; tenggelam di lautan yang ada di belakang mereka, atau binasa menghadapi pasukan Kristen yang ada di hadapan mereka.” Kedua pilihann itu berujung pada kematian yang pasti. Karenanya, jalan keluar satu-satunya menghadapi pilihan yang sulit ini adalah mati-matian dalam pertempuran; untuk menghindari kematian yang meliputi dari segala penjuru. Sehingga menjadi alamiah sekali jika hasilnya kemudian adalah kemenangan. Seandainya mereka punya pilihan untuk kembali, maka mereka pasti akan kembali dengan mengendarai perahu-perahu itu dan menarik pulang ke negeri mereka.

Seperti itulah orang-orang Kristen Barat menafsirkan rahasia terbesar, menurut mereka, mengenai kemenangan kaum muslimin di Lembah Barbate. Mereka dalam hal ini dapat dimaklumi, karena tidak memahami prinsip Islam yang popular dan tercatat di dalam Kitabullah yang mengatakan,

“Betapa banyak kelompok yang sedikit dapat mengalahkan kelompok yang banyak jumlahnya dengan izin Allah, dan Allah itu bersama dengan orang-orang yang sabar.” (al Baqarah ; 249)

Orang yang melihat lembaran sejarah Islam akan menemukan bahwa “hukum asal”nya bagi kaum muslimin adalah meraih kemenangan pada saat jumlah mereka lebih sedikit dibandingkan dengan musuh-musuh mereka yang banyak. Bahkan yang luar biasanya adalah, jika jumlah kaum muslimin lebih banyak daripada musuh-musuh mereka, lalu mereka sombong dengan kelebihan itu, maka akibatnya pasti adalah kekalahan bagi kaum muslimin. Hal iniliah yang terjadi pada Perang Hunain. Sebagaimana firman Allah SWT :

Dan (ingatlah) pada hari Hunain, ketika kalian takjub dengan jumlah kalian yag banyak, namun itu sama sekali tidak membantu kalian. Dan bumi menjadi sempit dengan semua kelapangannya untuk kalian, lalu kalian pun berbalik arah meninggalkan (medan pertempuran). (at Taubah ; 25)

Dari sinilah sejarawan Eropa-didasari oleh ketidaktahuann dan niat yang busuk, berusaha menetapkan penafsiran dan alas an yang rapuh tersebut; agar dapat memastikan bahwa kekalahan pihak Kristen memang disebabkan karena situasi dan kondisi yang tidak berimbang, dan bahwa kaum muslimin mendapatkan kemenangan tidak lain karena situasi dan kondisi yang sangat spesifik.

4.    Lagi pula sejak kapan kaum muslimin membutuhkan gaya semangat seperti ini sampai-sampai harus membakar perahu-perahu mereka? Lalu apa yang akan mereka lakukan dalam situasi seperti ini- dan itu banyak terjadi dalam sejarah mereka, jika mereka sam sekali tidak menggunakan perahu dan tidak ada laut di sekitar mereka? Jadi kaum muslimin tidak dating ke pulau ini keuclai karena ingin berjihad, dan mencari kematian di jalan Allah. Karena itu mereka sama sekali tidak memerlukan dorongan semangat dengan cara membakar perahu, meski yang seperti itu mungkin boleh saja bagi orang lain selain mereka.

5.   Sama sekali tidak masuk akal bahwa seorang panglima setangguh Thariq bin Ziyad akan melakukan pembakaran perahu-perahunya dan memutuskan jalan pulang bagi pasukannya. Lalu bagaimana jika yang terjadi adalah kaum muslimin dalam pertempuran ini; dan in adalah hal yang sangat mungkin terjadi? Apakah tidak mungkin terjadi roda pertempuran justru berbalik kepada kaum muslimin, khususnya jika mereka menyadari firman Allah,

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian bertemu dengan orang-orang kafir dalam pertempuran yang sengit, maka janganlah kalian berpaling meninggalkan mereka. Dan barangsiapa yang berpaling meninggalkan mereka selain untuk kembali berperang atau bergabung kepada salah satu kelompok pasukan, maka ia telah pulang membawa kemurkaan dari Allah, dan tempat kembalinya adalah jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”(Al Anfal: 15-16)

Jadi dengan begitu tetap ada kemungkinan kaum muslimin menarik diri mundur dari medan pertempuran; yaitu bisa jadi menghindar untuk melakukan pertempuran baru, atau berpindah kepada kelompok pasukan Islam yag lain; karena disana juga terdapat kelompok pasukan Islam di Maghrib, di kawasan Afrika Utara. Jadi bagaimana kemudian Thariq bin Ziyad meghilangkan kesempatan menghindar dan menyiapkan pasukan baru, atau menghapuskan jalan untuk bergabung dengan pasukan kaum muslimin lainnya? Dari sinilah, maka masalah pembakaran perahu ini dapat dianggap sebagai sebuah tindakan yang berlebihan secara syar’I, yang tidak mungkin dilakukan Thariq bin Ziyad, dan sudah pasti para ulama dan penguasa kaum muslimin tidak akan tinggal diam berpangku tangan mendiamkan kejadian ini jika memang benar-benar terjadi.

6.   Dan ini poin terakhir dalam membantah periwayatan kisah ini adalah, Thariq bin Ziyad tidak memiliki semua perahu yang berada dalam kepemimpinannya. Sebagian perahu itu-sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat, bahwa Julisan si Penguasau Sabtah telah memberikannya beberapa perahu dengan sejumlah upah untuk digunakan menyeberang untuk kemudian dikembalikan lagi kepada Julian, lalu digunakannya menyeberang kembali ke Andalusia-seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya. Karena itu, Thariq bin Ziyad sama sekali tidak memiliki perahu-perahu tersebut.

Atas dasar ini semua, maka kita dapat menyimpulkan bahwa kisah pembakaran perahu-perahu itu adalah kisah yang dibuat-buat, dan kisah ini disebarkan tidak lain dengan tujuan untuk meremehkan penaklukkan Andalusia dan kemenangan kaum muslimin.

Sumber : DR. Raghib As Sirjani, Bangkit dan Runtuhnya Andalusia, Pustaka Al Kaustar hal 64-68
Share:

Kamis, 03 Oktober 2013

Fahri Hamzah : MK adalah The Guardian of The Constitution

Melalui akun twitternya @fahrihamzah, politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini berkicau menyoal Mahkamah Konstitusi yang baru saja diterpa 'badai' akibat Ketua MK ditangkap oleh KPK semalam, 2 Oktober 2013 dalam dugaan suap. Berikut kicauannya:

Pagi, orang bejo (Mahfud MD ) minum tolak angin...orang sial (akil mochtar) minum apa?

Pagi, orang bejo (Mahfud MD ) minum tolak angin...orang sial (akil mochtar) minum apa?

Mahfud MD bilang ke saya ingin berhenti dari PKB dan Akil Mochtar bilang ke saya ingin berhenti dari Golkar...

Akhirnya mereka berdua masuk MK...dua bintang komisi 3 masuk bersamaan...dua2nya menonjol...

Mahfud MD kontroversial...hakim banyak talkshow dan seminar...akil banyak diam di belakang layar...

Tapi, setelah Mahfud MD berhenti (konon mau nyapres) maka Akil Mochtar mantan politisi Golkar ambil alih..

Kalau menimbang bahwa pak Jimly juga pernah di Golkar maka belum pernah MK dipimpin oleh orang non partai...

Dan selama itu pulalah sejak 15 oktober 2003 (10 tahun) MK membangun reputasinya...di bawah 3 ketua usulan komisi 3..

Jimly Asshiddiqi, Mahfud MD dan Akil Mochtar yg pernah memimpin KPK semuanya usulan DPR RI komisi 3...

MK pernah menjadi model keagungan lembaga peradilan yang cepat, transparan dan sistemnya berjalan baik...

Sampai hari ini MK masih menjadi model karena Indonesia termasuk negara yang cepat membangun constitutional court...

Lelah kita membangun reputasi institusi...tidak gampang membangun sistem...tdk gampang memapankannya..

Dan sekarang apa yang terjadi? AKIL ditangkap...setahu saya inilah peristiwa langka di dunia...

Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi serta Komisi Yudisial adalah 3 pelaksana kekuasaan kehakiman, wakil Tuhan. ..

Mereka tak saja agung...tapi harus diberi keagungan..agar ada lembaga yang kita jaga dan menjaga wibawa hukum..

Di sini saya berhenti. .dengan beberapa jeda. .karena ada 2 mantan hakim tadi pagi saya dengar berbicara...

Komentar pendeknya yg mengerikan.."saya tak bisa tidur, MK sudah hancur dan sekarang kita hanya punya KPK...!"

Jadi hasil dari semua ini sekarang kita hanya punya 1 lembaga..hanya KPK...

Padahal pimpinan KPK yang pernah ditangkap jauh lebih banyak dari jumlah hakim MK yg ditangkap...

Kita hanya perlu mengingatkan siapapun tentang sistem...dan anomali dalam sistem...

Orang2 ada yg tak mengerti kecuali yang tampak...orang2 ini hanya punya mata yg menempel di wajahnya..

Kita harus mampu membaca hal2 yang tidak tampak...karena dunia ini dikendalikan oleh yg tak tampak...

Kita selalu dibuat tercengang oleh kenyataan bahwa kita tak mampu kendalikan keadaan...

Karena itu, membaca persoalan harus selalu dengan gambar besarnya...selain yg rutin yg nampak...hingar bingar...

Kapankah kita sadar? Entahlah...sy hanya khawatir kalau ada pimpinan KPK yg tertangkap...

Karena ada yg meyakini bahwa itu tanda2 kiamat...

Saya berharap MK akan sadar diri...karena MK salah satu lembaga terkuat..MK adalah the guardian of the constitution. .

MK sy kritik karena juga bermain mata dengan media massa...dan mengembangkan kewenangannya sendiri, ultra petita dll...

Selama 3 periode MK berusaha bersanding dengan KPK dan ikut kampanye pemberantasan korupsi...

MK bahkan melakukan persidangan membuka rekaman percakapan yg sdh disusun KPK dalam persidangan norma UU.

MK telah menjaga KPK, pimpinan KPK dan UU KPK...bahkan dengan mengaburkan konstitusi...

Sekarang KPK kembalilah...jadilah penjaga konstitusi tanpa menimbang popularitas...

Ke depan perlu dipikirkan agar MK tak lagi menangani perkara pilkada...fokus saja pada menjaga konstitusi...

Pilkada kabupaten/kota ditangani saja oleh Pengadilan Tinggi di tk propinsi dan pilkada propinsi ditangani MA..

Mungkin MK hanya boleh menangani pilpres agar hanya 5 tahun sekali...itu takkan merusak...

Demikianlah seharusnya sistem dibangun dan dijaga dan MK harusnya fokus ke sana...

Masih terlalu banyak UU yang ada dan diproduksi yg bertentangan dgn UUD45  maka MK fokus ke sana...harusnya..

MK adalah penjaga sistem dan penjaga tata negara. ..sekian..
Share:

Khutbah Thariq bin Ziyad Pada Penaklukan Andalusia

Ibnu Khillikan menyebutkan dalam Wafayat Al A’yan dan Maqrirri At Tilmisany dalam Nafh Ath Thib bahwa ketika pasukan Roderic semakin dengan pasukan Islam, Thariq bin Ziyad berdiri di hadapan para pengikutnya. Ia kemudian memuji Allah, kemudian mendorong kaum muslimin untuk berjihad. Lalu ia mengatakan,

Wahai sekalian pasukan kaum muslimin! Kemana kalian akan pergi? Lautan ada di belakang dan musuh ada di hadapan kalian.maka demi Allah, kalian tidak punya pilihan lain, kecuali bersungguh-sungguh dan bersabar!

Ketahuilah, bahwa kalian di pualu ini jauh lebih sebatang kara dari anak-anak yatim. Musuh kalian telah menyambut dengan pasukan dan persenjataan serta bahan makanan yang lengkap. Sementara kalian sama sekali tidak mempunyai tempat berlindung selain pada pedang-pedang kalian. Kalian tidak punya perbekalan kecuali dari apa yang berhasil kalian rampas dari musuh-musuh kalian. Jika perang ini berkepanjangan dan kalian tidak segera mengatasinya, maka kekuatan kalian akan binasa. Berhati-hatilah, musuh kalian yang mulanya takut kepada akan berganti dengan keberanian menghadapi kalian. Rasa takut dalam hati mereka akan berganti dengan keberanian. Karena itu, hilangkan dari hati-hati kalian rasa khawatir akan apa yang akan terjadi dengan menghadapi sang thagut itu. Karena kotanya yang terbentengi itu telah menyerahkannya kepada kalian.

Sesungguhnya sangat mungkin bagi kita untuk memanfaatkan kesempatan ini jika kalian merelakan kematian. Dan aku, jika aku mengingatkan kalian terhadao suatu hal, maka kau juga ikut menanggungnya. Aku juga tidak pernah membebani kalian untuk mengorbankan nyawa kalian, kecuali aku sendiri telah memulainya.

Ketahuilah, jika kalian bersabar sedikit menghadapi hal yang paling berat, niscaya kalian akan menikmati kenyamanan dan kelezatan dalam waktu yang sangat panjang. Jadi, jangan memandang bahwa diri kalian telah berjasa kepadaku ketika kalian mendapatkan bagian yang lebih banyak dari bagianku. Mungkin kalian telah mengetahui tentang wanita-wanita cantik yang tumbuh dan lahir di pulau ini, yang berasal dari keturunan Yunani, perhiasan-perhiasan yang terbuat dari emas murni, serta wanita-wanita pingitan yang tinggal di dalam istana-istana yang bermahkota.Dan Al walid bin Abdul Malik telah memilih kalian sebagai pahlawan-pahlawan, serta meridhai kalian menjadi ipar dan kerabat para raja di pulau ini. Itu karena ia percaya bahwa kalian sangat tenang menghadapi tikaman-tikaman prajurit musuh, kelapangan dada kalian menghadapi tekanan-tekanan pasukan musuh yang berjalan kaki maupun yang berkuda; agar mendapatkan balasan Allah karena telah menegakkan agamaNya, menampakkan agamaNya di pulau ini, sehingga harta rampasan perangnya murni menjadi milik kalian, bukan miliknya (khalifah) dan kaum muslimin lain selain kalian. Dan Allah Ta’ala-lah yang akan menolong hingga nama kalian akan dikenang di dunia dan akhirat.

Ketahuilah oleh kalian, bahwa aku adalah orang yang pertama yag memenuhi apa yang aku serukan kepada kalian. Dan, sungguh aku akan berada di tempat pertemuan kedua pasukan, aku akan membawa diriku menghadapi thagut kaumnya itu; Roderic, dan membunuhnya, insyaAllah. Maka bertahanlah kalian bersamaku. Jika aku akhirnya gugur menghadapinya, maka setidaknya aku telah meringankan kalian dari bebannya. Kalian tidak akan kekurangan seorang pahlawan yang cerdas yang dapat kalian serahkan usuran kalian kepadanya jika aku akhirnya gugur sebelum sampai ke sana. Maka (jika aku gugur), segeralah angkat penggantiku untuk menyelesaikan misiku ini, dan sabarkanlah diri kalian bersamanya. Cukupkanlah tekad kalian untuk menaklukkan pulau ini dengan membunuhnya (Roderic), karena sepeninggalnya pastilah mereka akan segera dikalahkan. “

Sumber : DR. Raghib As Sirjani, “Bangkit dan Runtuhnya Andalusia”, Pustaka Al Kautsar, hal 61-63
Share:

Rabu, 02 Oktober 2013

Imbas "Shutdown" Pemerintah Amerika Serikat

Kemarin, Selasa 1 Oktober 2013, Pemerintah Amerika Serikat (AS) melakukan kebijakan penutupan layanan pemerintahan (shutdown) lantaran terjadinya kebuntuan untuk menyepakati anggaran rutin pemerintah pada Kongres yang terdiri dari Senat dan DPR/Parlemen Amerika. Hingga tenggat berakhir Senin (30/9) pukul 23.00 waktu Washington atau kemarin siang, Selasa (1/10), pukul 11.00 WIB, Kongres belum menghasilkan kesepakatan. 

Buntunya kesepakatan kongres untuk menetapkan anggaran rutin pemerintah Amerika Serikat itu berdampak pada tidak dapat bekerjanya seperti biasa dan hal ini termasuk momok bagi pemerintahan Presiden Barrack Obama yang berusaha mencegah terjadinya Shutdown, yang sebelumnya terjadi 17 tahun lalu. Kebuntuan pada kongres tersebut dipicu oleh penolakan oleh Partai Demokrat (Partai pendukung pemerintah Obama) atas usulan anggaran belanja versi DPR AS yang memang dikuasai oleh Partai Rebulik. DPR membalas penolakan tersebut dengan melakukan upaya menggagalkan UU Asuransi Kesehatan yang diinisiasi oleh Obama, dimana yang popular dengan Obamacare. 

Terjadinya shutdown oleh pemerintah AS ini ditengarai memberikan dampak bagi perekonomian global. Beberapa sektor sudah mulai tampak imbasnya setidaknya dalam satu hari ini setelah kebijakan shutdown yang dilakukan oleh pemerintah AS.  Tercatat harga minyak turun, karena kekhawatiran situasi ini yang terkahir terjadi pada 17 tahun yang lalu. Harga minyak mentah WTI pengiriman November turun 29 sen menjadi US$ 102,04 per barel di New York Mercantile Exchange, penutupan terendah sejak 3 Juli (Kontan, 2 Oktober 2013). Harga minyak berjangka turun 0.3% setelah terjadi kebuntuan kongres AS. American Petroleum Institute merilis naiknya pasokan minyak AS menjadi 4.55 juta barrel pada pekan lalu. Kemudian, harga minyak Brent November turun 43 sen atau turun 0.4% menjadi US$ 107.94 per barel pada bursa ICE Futures Europe di London.

Di Singapura, harga kedelai turun atas kebijakan pemerintah AS melakukan pemberhentian sementara operasional pemerintahan. Harga kedelai pengiriman November turun 0,8% atau melemah US$ 13,09 per bushel di Chicago Board of Trade. harga kedelai diperdagangkan pada US$ 13,1075 pada pukul 11:29 Waktu Singapura . 

Share:

Translate

Pengikut