Kamis, 03 Oktober 2013

Khutbah Thariq bin Ziyad Pada Penaklukan Andalusia

Ibnu Khillikan menyebutkan dalam Wafayat Al A’yan dan Maqrirri At Tilmisany dalam Nafh Ath Thib bahwa ketika pasukan Roderic semakin dengan pasukan Islam, Thariq bin Ziyad berdiri di hadapan para pengikutnya. Ia kemudian memuji Allah, kemudian mendorong kaum muslimin untuk berjihad. Lalu ia mengatakan,

Wahai sekalian pasukan kaum muslimin! Kemana kalian akan pergi? Lautan ada di belakang dan musuh ada di hadapan kalian.maka demi Allah, kalian tidak punya pilihan lain, kecuali bersungguh-sungguh dan bersabar!

Ketahuilah, bahwa kalian di pualu ini jauh lebih sebatang kara dari anak-anak yatim. Musuh kalian telah menyambut dengan pasukan dan persenjataan serta bahan makanan yang lengkap. Sementara kalian sama sekali tidak mempunyai tempat berlindung selain pada pedang-pedang kalian. Kalian tidak punya perbekalan kecuali dari apa yang berhasil kalian rampas dari musuh-musuh kalian. Jika perang ini berkepanjangan dan kalian tidak segera mengatasinya, maka kekuatan kalian akan binasa. Berhati-hatilah, musuh kalian yang mulanya takut kepada akan berganti dengan keberanian menghadapi kalian. Rasa takut dalam hati mereka akan berganti dengan keberanian. Karena itu, hilangkan dari hati-hati kalian rasa khawatir akan apa yang akan terjadi dengan menghadapi sang thagut itu. Karena kotanya yang terbentengi itu telah menyerahkannya kepada kalian.

Sesungguhnya sangat mungkin bagi kita untuk memanfaatkan kesempatan ini jika kalian merelakan kematian. Dan aku, jika aku mengingatkan kalian terhadao suatu hal, maka kau juga ikut menanggungnya. Aku juga tidak pernah membebani kalian untuk mengorbankan nyawa kalian, kecuali aku sendiri telah memulainya.

Ketahuilah, jika kalian bersabar sedikit menghadapi hal yang paling berat, niscaya kalian akan menikmati kenyamanan dan kelezatan dalam waktu yang sangat panjang. Jadi, jangan memandang bahwa diri kalian telah berjasa kepadaku ketika kalian mendapatkan bagian yang lebih banyak dari bagianku. Mungkin kalian telah mengetahui tentang wanita-wanita cantik yang tumbuh dan lahir di pulau ini, yang berasal dari keturunan Yunani, perhiasan-perhiasan yang terbuat dari emas murni, serta wanita-wanita pingitan yang tinggal di dalam istana-istana yang bermahkota.Dan Al walid bin Abdul Malik telah memilih kalian sebagai pahlawan-pahlawan, serta meridhai kalian menjadi ipar dan kerabat para raja di pulau ini. Itu karena ia percaya bahwa kalian sangat tenang menghadapi tikaman-tikaman prajurit musuh, kelapangan dada kalian menghadapi tekanan-tekanan pasukan musuh yang berjalan kaki maupun yang berkuda; agar mendapatkan balasan Allah karena telah menegakkan agamaNya, menampakkan agamaNya di pulau ini, sehingga harta rampasan perangnya murni menjadi milik kalian, bukan miliknya (khalifah) dan kaum muslimin lain selain kalian. Dan Allah Ta’ala-lah yang akan menolong hingga nama kalian akan dikenang di dunia dan akhirat.

Ketahuilah oleh kalian, bahwa aku adalah orang yang pertama yag memenuhi apa yang aku serukan kepada kalian. Dan, sungguh aku akan berada di tempat pertemuan kedua pasukan, aku akan membawa diriku menghadapi thagut kaumnya itu; Roderic, dan membunuhnya, insyaAllah. Maka bertahanlah kalian bersamaku. Jika aku akhirnya gugur menghadapinya, maka setidaknya aku telah meringankan kalian dari bebannya. Kalian tidak akan kekurangan seorang pahlawan yang cerdas yang dapat kalian serahkan usuran kalian kepadanya jika aku akhirnya gugur sebelum sampai ke sana. Maka (jika aku gugur), segeralah angkat penggantiku untuk menyelesaikan misiku ini, dan sabarkanlah diri kalian bersamanya. Cukupkanlah tekad kalian untuk menaklukkan pulau ini dengan membunuhnya (Roderic), karena sepeninggalnya pastilah mereka akan segera dikalahkan. “

Sumber : DR. Raghib As Sirjani, “Bangkit dan Runtuhnya Andalusia”, Pustaka Al Kautsar, hal 61-63
Share:

Translate

Pengikut